Be To Broadcaster

Just Another Sense of Creatives

Realita Cinta, (Pipis), dan Rock and Roll

Kemarin, saya menyadari sebuah hal penting bahwa tak ada perbedaan yang signifikan antara jatuh cinta dengan kebelet pipis.

 Pipis, bagi saya kemarin, adalah hal mendesak, urgent, top number 1, gawat darurat, dan tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini. Yang ada di otak saya waktu itu hanya satu: bagaimana menemukan tempat untuk pipis, karena toilet di tempat saya berada sudah tutup satu jam sebelumnya. Semua energi dan pikiran fokus untuk satu tujuan. Tak ada lainnya… benar-benar tak ada lainnya karena begitu kebeletnya.

Padahal setelah saya mendapatkan solusi dan berhasil menemukan tempat untuk pipis, ya gitu-gitu aja rasanya. Hanya beberapa detik saja kenikmatannya…

Saya lalu meluangkan sedikit waktu untuk berpikir tentang pipis. Ahh.., tidak. Andai saya tidak pipis.. pasti perut saya sakit, pasti saya ngompol dan pakaian saya kotor dan najis, pasti dalam jangka waktu panjang saya akan terkena kencing batu atau penyakit apapun yang disebabkan saya menahan kencing. Jadi pasti tak sia-sia saya memusatkan pikiran dan energi untuk pipis ini..

Lalu apa bedanya dengan jatuh cinta? Saat saya jatuh cinta.. dia adalah hal mendesak, urgent, top number 1, berdarah-darah hanya untuk bertemu, duduk di sebelahnya, dan sekadar memandang wajahnya serta menatap mata indahnya. Semua malam-malam saya habis untuk bertemu dengannya dalam SMS, telpon, dan lamunan. Dia adalah yang utama, bahkan mengalahkan Sang Pencipta cinta. Semua energi dan pikiran terpusat untuknya.

Padahal akhirnya, saya tahu bahwa ia tak menyambut cinta saya, hakakakaka. Tapi saya kemudian juga meluangkan waktu untuk berpikir. Kalau saya tak menyatakan rasa suka, pasti makin sakit rasanya, pasti makin banyak malam-malam saya yang habis untuknya, pasti ia tak tahu bahwa saya begitu menyayanginya. Jadi tak sia-sia juga saya menghabiskan waktu, energi dan pikiran untuk cinta ini…

Jadi, tak ada perbedaan signifikan dari cinta dan kebelet pipis, kan? Keduanya juga membuat kita mendesah dengan suara yang sama: Aaahhhh….

Bukankah Tuhan kita Maha Besar karena telah menciptakan rasa cinta dan kebelet pipis?

*anyway, saya mengundang Anda untuk membantu saya menemukan perbedaan atau persamaan cinta dan kebelet pipis :p

Advertisement

October 19, 2010 - Posted by | Uncategorized |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.